Tampilkan postingan dengan label bekam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2009

Bekam

Bekam- Oleh : Tabib Muda.

Bekam adalah satu pengobatan alami yang banyak menyita perhatian saya. Ya karena bekam ini sangat unik. Bagaimana mungkin mengobati seseorang kok dengan melukai dan mengeluarkan darah dari pasienya, apa ini bukan malah menyakitinya. Maka untuk memberi sifat keberanian saya membandingkan dengan zaman Nabi, di mana zaman itu sering terjadi pertumpahan darah melawan kerasnya kaum jahilah atau kaum yang bodoh. Para sahabat rela menumpahkan darahnya untuk membela kebenaran. Maka pantaskah kita takut di bekam, yang tidak sakit dan itupun dengan alasan kesehatan.
Nabi bersabda" pengobatan itu ada 3 macam, minum madu, sayatan bekam dan sundutan dengan api. Tapi aku melarang umatku melakukan sundutan".
Praktek bekam ini lebih dulu umum di daerah timur tengah, sampai-sampai dunia kedokteran merasa tersaingi dengan adanya pengobatan bekam yang murah dan ajib ini. Bekam di indonesia baru menyebar sekitar 5 tahunan yang lalu. Karena kesederhanaan bekam ini maka seorang suami dapat belajar teknik bekam singkat untuk membekam istri dan keluarganya.
Penjelasan bekam antara lain :
  • Darah yang keluar adalah cuma darah kotor, sel darah putih tidak keluar. Jadi bekam berbeda dengan donor darah yang semua darah keluar, baik yang baik atau yang buruk.
  • Bekam dapat meningkatkan daya ingat, maka ada sebagian pondok hapalan Al Qur'an yang melakukan kegiatan bekam rutin pada santrinya, bahkan ada yang bilang setiap bulan
  • Reaksi bekam lebih cepat dan berkhasiat jangka panjang, berbeda dengan obat kimia yang efeknya hanya sementara.
  • Darah adalah sumber kehidupan, maka jika darah kita kotor, perumpamanya adalah seperti akuarium kotor, apa yang hidup didalamnya kurang sehat.
Saya sendiri mencoba rutin bekam, misal sekali dalam 6 bulan, atau waktu ada keluhan yang tidak enak pada badan. Sekian dulu penjelasanya, akan saya posting yang lain lagi....!

Sabtu, 29 Agustus 2009

Obat Sakit Kepala

Obat Sakit kepala- Oleh : Tabib Muda.

Wajarnya sakit kepala ini diderita oleh orang yang sudah dewasa. Saya sempat tertawa ketika seorang anak kecil tidak mau diperintah melakukan sesuatu oleh orang tuanya dengan alasan "sakit kepala". Hahaha...masak anak kecil sudah bisa sakit kepala.
Mungkin hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala, apalagi seseorang yang dalam keseharinnya hidup dalam lingkungan yang penuh dengan perlombaan, ya perlombaan dalam meraih nilai tinggi, IPK 3,xx, perlombaan caleg dan akhirnya perlombaan mengumpulkan uang.
Saya sendiri merasakan titik sakitnya kepala waktu awal kuliah, menghadapi Dosen yang semua teman setuju mengatakan Dosen itu"Killer", kecuali teman yang suka menyogok, ini adalah kesempatan emas, karena Dosen ini paling tidak tahan jika kena "sogok". Sehingga teman yang sejenis ini bisa menentukan nilai semesternya sendiri dengan sejumlah Nominal rupiah yang siap di"sogokkan".
Dosen itu tak tau ukuran dalam memberi tugas, ada teman-teman yang sampai tidak bisa tidur gara-gara lembur, badan pun terasa melayang karena 2 malam gak tidur. Tugas yang sangat tidak masuk akal sebenarnya.
Tugas mingguan ini berlangsung selama 2 semester. Inilah awal saya merasakan puncak sakit kepala. Hingga pada suatu hari saya bertemu dengan kawan-kawan dari aktifis da'wah di waktu pertemuan. Teman ini mengajak untuk "Bekam". Ya istilah yang saya ketahui hanya lewat buku hadits. Nabi bersabda "Bahwa pengobatan itu ada 3 macam, madu, bekam dan kay. Tetapi aku larang umatku menggunakan kay". Itulah kalimat yang selalu saya baca dari buku.
Maka ajakan untuk bekam inipun segera saya tanggapi. Kami berangkat 4 orang, teman dari Kediri, Madura dan Madiun. Ada sedikit rasa takut, karena bekam adalah di sayat bagian kulit kepala, lalu dikeluarkan darahnya dengan di sedot.
Tetapi saya sudah siap, disayat dengan silet sedalam 1-1,5 mm adalah tidak ada bandinganya dengan kisah peperangan sahabat dalam menghadapi kaum kafir Quraisy. Itulah yang membuat semangat saya bangkit. eee..ternyata sakitnya tidak sesuai dengan yang saya duga, cuma sakit sedikit saja. Karena apa, ya karena sebelum di sayat kecil-kecil, permukaan kepala sudah di "kop" dulu, sehingga ada sedikit lebam atau mati rasa. Inilah yang membuat bekam tidak sakit lagi.
Darah yang keluar rata-rata 1/4 gelas aqua atau lebih. Dan yang ajaib adalah darah kami ber4 berbeda warnanya. Menurut yang membekam, darah orang yang perokok, pemabuk dan yang menkonsumsi sebangsanya bisa agak hitam warnanya. Dan memang setelah saya cek bekas darah di gelas aqua, maka darah kawan saya asal Madura ini paling hitam dan mengumpal seperti jely, jadi tidak cair lagi. Ya karena teman ini paling "Nakal", perokok minum-minuman keras di kost pernah dilakukanya.
Efek setelah di bekam adalah kepala terasa sangat ringan. Sejak saat itu saya tidak merasakan sakit kepala lagi. Enam bulan berikut ada ajakan teman untuk bekam lagi, ok untuk ke 2 kali saya berangkat bekam lagi. Bekam ini saya niatkan 6 bulan sekali. Bahkan menurut teman saya, ada sebagian pondok hafalan Al Qur'an yang tiap sebulan santrinya rutin Bekam.